SEKILAS INFO
  • 6 bulan yang lalu / “Barangsiapa yang Allah menginginkan kebaikan baginya, maka akan dipahamkan akan agamanya.” (HR. Bukhori dan Muslim)
WAKTU :

Hadits Rasulullah Mengenai Bilangan Wudhu dan Batasnya

Terbit 28 November 2021 | Oleh : admin | Kategori : Tausyah
Hadits Rasulullah Mengenai Bilangan Wudhu dan Batasnya
Rasulullah berwudhu terkadang tiga kali dan terkadang satu kali.

Imam Syafi’i berkata, “Abdul Aziz bin Muhammad mengabari kami, dari Muhammad, dari Zaid bin Aslam, dari Atha’ bin Yasar, dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Rasulullah Saw. berwudhu dengan memasukkan tangan beliau ke bejana, lalu beliau memasukkan air ke hidung, lalu berkumur satu kali. Kemudian beliau memasukkan tangan beliau dan mengguyurkan air ke wajah beliau satu kali, dan mengguyurkan air ke kedua tangan beliau satu kali. Lalu beliau mengusap kepala beliau dan kedua telinga beliau satu kali.”

Imam Syafi’i berkata, “Ibnu Uyainah mengabari kami, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Hamran maula Utsman bin Affan, dari Utsman bin Affan ra. bahwa dia berwudhu menggunakan bangku tiga kali tiga kali. Lalu dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda,

من توضأ وضوئي هذا خرجت خطاياه من وجهه ويده ورجليه

“Siapa saja yang berwudhu seperti wudhuku ini, niscaya segala dosanya keluar dari wajahnya, kedua tangannya, dan kedua kakinya.”

Imam Syafi’i berkata, “Ini bukanlah ikhtilaf, melainkan karena Rasulullah Saw, jika berwudhu terkadang tiga kali dan terkadang satu kali. Sebab yang sempurna dan patut dipilih adalah yang tiga kali. Sementara yang satu kali adalah sekadar cukup (sah). Itulah sebabnya, saya menyatakan mustahab bagi seseorang yang berwudhu untuk mewudhukan wajahnya, kedua tangannya, dan kedua kakinya, tiga kali tiga kali; serta mengusap kepalanya tiga kali, dengan mengusap kepala secara keseluruhan.

Tapi jika dia hanya mengusap kepalanya satu kali, serta membasuh wajah, kedua tangan, dan kedua kakinya satu kali, dengan melakukan semua itu, maka itu sudah cukup baginya. Kalau dia hanya mengusap kepalanya satu kali sekehendak tangannya, maka itu sudah cukup baginya. Dan itu adalah batas minimal yang harus dia lakukan.

Kalau dia mewudhukan sebagian anggota tubuhnya satu kali, lalu mewudhukan sebagian anggota tubuhnya yang lain dua kali, lalu mewudhukan sebagian anggota tubuhnya yang lain lagi tiga kali, maka itu sudah cukup baginya. Karena ketika yang satu kali sudah cukup pada semuanya, maka itu juga cukup bagi sebagiannya.”

Imam Syafi’i berkata, “Malik mengabari kami, dari Amr bin Yahya al-Mazini, dari ayahnya, dari Abdullah bin Zaid, bahwa Rasulullah Saw. berwudhu dengan membasuh wajah beliau tiga kali, lalu kedua tangan beliau dua kali dua kali, lalu mengusap kepala beliau menggunakan kedua tangan beliau dengan mengedepankan tangan itu lalu membelakangkannya. Beliau memulai dari bagian depan kepala beliau. Kemudian menggerakkannya ke arah kuduk beliau, lalu menggerakkannya kembali ke tempat semula. Setelah itu beliau membasuh kedua kaki beliau.”

Imam Syafi’i berkata, “Saya tidak menyatakan mustahab jika seseorang yang berwudhu mewudhukan anggota tubuhnya lebih dari tiga kali. Tapi kalau dia melebihkan itu, saya tidak menyatakan bahwa itu makruh, insya Allah ta’ala. Jika seseorang mewudhukan wajahnya dan kedua tangannya, kemudian dia berhadats, maka dia harus mengulangi wudhunya dari awal.”

Manfaat Wudhu untuk Kesehatan yang Dijelaskan Para Pakar
wudhu

Manfaat wudhu sangat besar. Itulah yang dibuktikan oleh para ahli kesehatan dunia. Salah satunya adalah Prof Leopold Werner von Ehrenfels, seorang psikiater sekaligus neurolog berkebangsaan Austria.

Ia menemukan sesuatu yang menakjubkan dalam wudhu karena mampu merangsang pusat syaraf dalam tubuh manusia. Karena keselarasan air dengan wudhu dan titik-titik syaraf, kondisi tubuh senantiasa akan sehat. Dari sinilah ia akhirnya memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Baron Omar Rolf Ehrenfels.

Ulama Fikih juga menjelaskan hikmah wudhu sebagai bagian dari upaya untuk memelihara kebersihan fisik dan rohani. Daerah yang dibasuh dalam air wudhu—seperti tangan, daerah muka termasuk mulut, dan kaki—memang paling banyak bersentuhan dengan benda-benda asing, termasuk kotoran. Karena itu, wajar kalau daerah itu yang harus dibasuh.

Mokhtar Salem dalam bukunya Prayers a Sport for the Body and Soul menjelaskan, wudhu bisa mencegah kanker kulit. Jenis kanker ini lebih banyak disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang setiap hari menempel dan terserap oleh kulit. Kemudian, apabila dibersihkan dengan air (terutama saat wudhu), bahan kimia itu akan larut. Selain itu, jelasnya, wudhu juga menyebabkan seseorang menjadi tampak lebih muda.

Berbagai penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa munculnya penyakit kulit disebabkan oleh rendahnya kebersihan kulit. Karena itu, orang yang memiliki aktivitas padat (terutama di luar ruangan) disarankan untuk sesering mungkin membasuh atau mencuci anggota badannya yang terbuka, seperti kepala, muka, telinga, hidung, tangan, dan kaki.

Sebab, penyakit kulit umumnya sering menyerang permukaan kulit yang terbuka dan jarang dibersihkan, seperti di sela-sela jari tangan, kaki, leher, belakang telinga, dan lainnya. Karena itu, Mochtar Salem memberi saran agar anggota tubuh yang terbuka senantiasa dibasuh atau dibersihkan dengan menggunakan air.

Rasul SAW menyatakan, wajah orang yang berwudhu itu akan senantiasa bercahaya. Rasulullah akan mengenalinya nanti pada hari kiamat karena bekas wudhu. Umatku nanti kelak pada hari kiamat bercahaya muka dan kakinya karena bekas wudhu.”

Muhammad Kamil Abd Al-Shomad, yang mengutip sumber dari Al-I’jaaz Al-Ilmiy fii Al-Islam wa Al-Sunnah Al-Nabawiyah, menjelaskan bahwa manfaat semua hal yang diperintahkan dalam wudhu sangatlah besar bagi tubuh manusia. Mulai dari membasuh tangan dan menyela-nyela jari, berkumur-kumur, memasukkan air ke dalam lubang hidung, membasuh muka, membasuh kedua tangan sampai siku, mengusap kepala, membasuh telinga, hingga membasuh kaki hingga mata kaki.

SebelumnyaHukuman Orang yang Memburu Kesenangan Dunia Sesudahnya7 Perkara yang Memudahkan dan Melancarkan Rezeki

Tausiyah Lainnya